Tag Archives: MainDuluPoker.com

Pemilik Ganja 25 KG Kabur Setelah Digagalkan Di Aceh

Transaksi 25 Kg Ganja Digagalkan di Aceh, Pemilik Kabur

Ilustrasi Paket Ganja

Aceh Timur – Transaksi narkoba jenis ganja seberat 25 kilogram (kg) digagalkan. Namun pemilik barang haram itu melarikan diri.

Prajurit Kodim 0104/Aceh Timur yang bertugas di Koramil 23 Peudawa yang berhasil menggagalkan transaksi di Seunebok Puntet, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur, Aceh, tersebut. Komandan Kodim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar menyebut peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/7).

Awalnya ada informasi yang diterima Bati Tuud, Koramil Peudawa, Pelda Sabirin bahwa akan ada transaksi narkoba siang hari itu di sekitaran Desa Seunebok Pentet. Mendengar laporan itu, dia meneruskannya ke Komandan Koramil Kapten Inf Sri Indarjo.

“Sekitar pukul 14.00 WIB dua anggota yang bergerak dipimpin Pelda Sabirin melihat 4 orang yang mencurigakan dari kejauhan. Namun, begitu mengetahui ada anggota TNI yang mendekat sontak membuat keempat orang tersebut lari terbirit-birit lalu kabur mengendarai 2 sepeda motor,” kata Perwira Seksi (Pasi) Intelijen Kodim Aceh Timur Lettu Inf Said Muhammad mewakili Dandim, Rabu (12/7/2017).

Anggota Koramil Peudawa tersebut hanya berhasil mengamankan 1 bungkusan yang tertinggal di semak-semak yang dikemas menggunakan kardus rokok. Bungkusan itu pun dibawa ke ke Makoramil Peudawa.

Saat dibuka, ternyata dalam kardus itu berisi narkoba jenis ganja sebanyak 25 bal dengan berat sekitar 25 kg.

“Di luar kardus itu juga terdapat dua ons. Kemungkinan digunakan sebagai contoh saat transaksi. Untuk barang bukti sudah diamankan dan akan diproses lebih lanjut,” sebut Said.

Agent Poker Online Terpercaya : MainDuluPoker.com Gucciqq.com Rokokqq.com

Seorang Pria 3 Bulan Ditinggal Istri Dan Anak, Nekat Gantung Diri

Seorang Pria 3 Bulan Ditinggal Istri Dan Anak, Nekat Gantung Diri

ilustrasi Seorang Pria Frustasi Di tinggal 3 bulan Istri Dan Anaknya

KEFAMENANU, – Marselinus Haki (45), warga Desa Oenbit, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah NTT, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, Marselinus ditemukan tewas gantung diri setelah tiga bulan tidak tinggal lagi bersama istri dan anak-anaknya.

Penemuan jasad Marselinus bermula ketika Lusia Sako (45) yang merupakan istri Marselinus, bermaksud ingin mengunjungi suaminya itu.

“Suami istri (Marselinus dan Lusia) ini sudah tiga bulan tidak tinggal serumah, sehingga istrinya berinisiatif mendatangi suaminya. Sesampainya di rumah Marselinus, rumah dalam keadaan pintu dan jendela tertutup. Dari luar, Lusia mencium bau menyengat (busuk) dari dalam rumah dan melihat banyak lalat di seputaran rumah,” kata Jules kepada MainDuluPoker.com, Rabu (12/7/2017) malam.

Karena takut, Lusia mengurungkan niatnya untuk masuk ke rumah. Lusia lalu pergi memanggil keluarganya dan bersama Kepala Desa Oinbit Marselinus Taoe kembali ke tempat kejadian.

Setibanya di tempat kejadian, seorang warga, Marselius Timo Sambein langsung mendorong pintu depan rumah hingga terbuka. Namun tidak ada orang yang berani masuk karena takut.

Melihat hal itu, Kepala Desa Oinbit kemudian melaporkan penemuan itu ke Polsek Insana. Anggota Polsek Insana yang dipimpin oleh Kapolsek menuju ke tempat kejadian. Polisi mendapati korban dalam posisi gantung diri dengan tali nilon yang terikat pada salah satu tiang penopang atap.

Jenazah Marselinus kemudian diturunkan dan dibawa ke puskesmas untuk dilakukan visum. Setelah itu, jenazah dipulangkan kembali ke rumah duka.

“Penyebab yang bersangkutan gantung diri masih kita dalami dan lakukan penyelidikan. Dugaan sementara mungkin karena ditinggal istrinya,” tutup Jules.

Kunjungin Website Agent Poker Terpercaya : MainDuluPoker.com Rokokqq.com Gucciqq.com

Seorang Pria Tewas Di Bacok, Gara-Gara Handphone Gadaian

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli

PONTIANAK, MainDuluPoker.com– Seorang pria bernama Safarudin alias Lojeng (38) tewas setelah dibacok tiga orang pemuda di Jalan Tanjung Raya I, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (12/7/2017) pagi.

Tak hanya menewaskan Lojeng, ketiga pelaku juga membacok Sidik yang mengakibatkan tangan kirinya terluka parah.

Polisi kemudian mengejar dan berhasil mengamankan tiga pelaku, yaitu Alex, Hendra alias Boy dan Sidar yang dibekuk di kediaman masing-masing.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli mengatakan, Lojeng tewas saat dilarikan ke rumah sakit terdekat akibat menderita luka bacok di bagian leher, dada, dan perut. Sedangkan Sidik saat ini masih menjalani perawatan secara intensif karena karena tangan kirinya terluka parah akibat disabet pelaku dengan samurai.

Husni menambahkan, peristiwa tersebut berawal saat Hendra menabrak Lojeng yang berboncengan dengan Sidik.

Saat korban terjatuh, pelaku kemudian turun dari mobil dan langsung membacok Sidik hingga tangan kirinya terluka parah. Usai melakukan aksinya, pelaku kemudian melarikan diri.

“Tidak lama kemudian, Alex tiba di lokasi kejadian dan langsung membacok Lojeng hingga tidak berdaya. Saat ini ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Pontianak,” ujar Husni, Rabu malam.

Hasil pemeriksaan sementara, papar Husni, korban dibacok gara-gara ponsel gadaian.

“Teman Sidar menggadaikan ponsel kepada Lojeng. Di saat hendak ditebus, Lojeng memindah tangankan ponsel tersebut, namun pemilik ponsel kemudian tidak terima, lalu mendatangi Lojeng,” paparnya.

Lojeng dan temannya kemudian mengeroyok teman Sidar.

“Nah, Sidar dan teman-teman lainnya tidak terima lalu mencari Lojeng dan melakukan pembalasan,” kata Husni.

Sebelum aksi pengeroyokan itu terjadi, sempat terjalin komunikasi antara kedua belah pihak hingga disepakati untuk bertemu di kawasan Hotel Kapuas Dharma, Pontianak Selatan.

Lojeng dan Sidik yang bersepeda motor dikejar oleh Boy menggunakan mobil. Saat bersamaan, Alex dan Sidar juga melakukan pengejaran menggunakan kendaraan lain. Tepat di depan sebuah minimarket, keduanya terjatuh karena sepeda motornya ditabrak Boy dari belakang.

“Ketika hendak bangun, Lojeng disambut dengan senjata tajam jenis samurai oleh Alex, di situlah pelaku melakukan pembacokan terhadap korban Lojeng tepat mengenai di leher, dada dan perut,” kata Husni.

Setelah itu, sambung Husni, Sidik kemudian menyelamatkan diri dengan menumpang pengendara yang melintas, namun kemudian terjatuh dan dikejar pelaku.

“Saat terjatuh, Sidik mencoba menembak pelaku menggunakan senjata api rakitan jenis revolver ke arah pelaku, namun tak sempat meledak. Karena merasa terancam, Sidar langsung melayangkan samurai yang memang dibawanya ke arah Sidik. Oleh Sidik, ditangkis menggunakan tangan kiri, sehingga tiga jarinya putus,” jelasnya.

Setelah kejadian, ketiga pelaku kemudian melarikan diri menggunakan mobil ke arah pusat Kota Pontianak. Warga dan kepolisian langsung menolong dan membawa korban ke Rumah Sakit Yarsi.

Saat ini, ketiga pelaku masih diperiksa secara mendalam guna mengetahui motif sebenarnya dan kemungkinan ada tersangka lain.

“Sementara ini, para tersangka dijerat pasal 338, 170 dan pengembangan ke pasal 340 KUHP dengan ncaman penjara paling lama 20 tahun,” tutup Husni.

Agen Judi Terpercaya : MainDuluPoker.com Rokokqq.com Gucciqq.com

2 Pelaku Pencuri Ini Terhenti Setelah Motornya Menabrak Mobil

2 Pelaku Pencuri Ini Terhenti Setelah Motornya Menabrak Mobil

Ilustrasi Foto Pencuri


Jakarta
 – Erwinsyah (21) babak belur dihajar warga di Kelurahan Makasar, Jakarta Timur. Pasalnya, dia mencuri motor dan kabur hingga terhenti karena menabrak mobil.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (12/7) sekitar pukul 14.00 WIB. Erwin beraksi bersama seorang rekannya, Prayoga, yang berhasil kabur, di Jalan Sarbini 3. Dia pun kabur dan tertangkap di Jalan Raya Pondok Gede setelah menabrak sejumlah kendaraan.

“Pelaku berjumlah 2 orang, yang 1 tertangkap sementara 1 pelaku lainnya kabur,” ujar Kapolsek Makasar Kompol Nurdin A Rahman kepada MainDuluPoker.com saat dikonfirmasi, Rabu (12/7/2017).

Motor yang dicuri Erwin dan rekannya itu adalah milik Sujiyati (43). Motor Honda Beat B 4968 TLT itu terparkir di halaman rumah.

Ketika Erwin berhasil mencuri motor itu, korban mengetahuinya. Kemudian, korban meneriakinya. Erwin dan rekannya pun kabur dengan motor curian itu, tetapi terhenti setelah menabrak sepeda motor lainnya dan mobil. Erwin pun tertangkap dan dihajar warga. Sementara itu, Prayoga berhasil kabur.

“Polisi datang langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti lalu membawanya ke Polsek Makasar,” kata Nurdin.

Dari tangan Erwin, polisi menyita 1 unit telepon seluler (ponsel) Samsung warna putih, sebuah dompet, sebuah pisau dapur dan 5 mata kunci letter T. Erwin mengaku sudah 2 kali melakukan aksi pencurian.

“Pelaku ini spesialis ranmor karena sudah 2 kali beraksi. Dia juga tidak segan untuk melukai korban jika ada perlawanan makanya pelaku bawa pisau,” jelas Nurdin.

Saat ini polisi tengah melakukan pengejaran terhadap Prayoga yang berhasil kabur. Sementara polisi masih mendalami keterangan dari pelaku yang tertangkap untuk dilakukan pengembangan.

Kunjungin Situs Judi Terpercaya: MainDuluPoker.com RokokPoker.com GucciPoker.com  RokokQQ.com GucciQQ.com

Kecelakaan Korban Tewas Laka Tol Semarang Kepala Dinas Dukcapil Salatiga

 

Kecelakaan Korban Tewas Laka Tol Semarang Kepala Dinas Dukcapil Salatiga

Foto Mobil Kecelakaan Tol Semarang

Semarang – Kecelakaan beruntun yang menyebabkan 1 orang tewas di ruas Tol Bawen-Semarang ternyata berawal dari pecah ban. Sedangkan korban tewas adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Kasatlantas Polres Semarang, AKP Dwi Nugroho, mengatakan peristiwa terjadi di tol Bawen-Semarang KM 25.500 dan melibatkan mobil Isuzu Panther H 8938 KF, Toyota Rush H 27 B, Toyota Alphard H 1 LG, dan Bus PO Rosalia Indah AD 1602 AU.

“Kejadian sekitar 18.50, Toyota Rush nopol H 27 B melaju dari Bawen ke Semarang mengalami pecah ban dan terguling di lajur cepat,” kata Dwi, Rabu (12/7/2017).

Dari 4 mobil, 3 diantaranya mengalami kerusakan yaitu mobil Alphard yang berusaha mengurangi kecepatan dan menghindari mobil Rush dengan berbelok ke kiri. Namun dari belakang bus menabrak Alphard hingga rusak parah.

Satu korban tewas yaitu pengemudi Rush, Gazali Bustanul Arifin (55) warga Blimbing Raya, Semarang. Korban mengalami pendarahan dan meninggal meski sudah berusaha dibawa ke RSUD Ungaran.

Sedangkan dua korban luka yaitu penumpang Alphard, Bambang Sugiarto dan Ivan Devianto warga Panjang Wetan, Pekalongan. Sedangkan pengemudi maupun penumpang bus tidak mengalami luka.

Sementara itu terkait korban tewas, Wakil Wali Kota Salatiga, M Haris, membenarkan almarhum merupakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Salatiga.

“Benar yang meninggal kepala dinas. Besok dimakamkan, inspektur upacara pemakaman pak Wali Kota (Yulianto),” kata Haris.

Kunjungin Situs Judi Terpercaya :MainDuluPoker.com RokokPoker.com GucciPoker.com RokokQQ.com GucciQQ.com

Selamet Ingin Ajak Rohaya ke Daerah Lain, Selamet: Lihat Pemandangan Indah

Selamet Ingin Ajak Rohaya ke Daerah Lain, Selamet: Lihat Pemandangan Indah

Selamet Ingin Ajak Rohaya ke Daerah Lain, Selamet: Lihat Pemandangan Indah

Jakarta – Selamet Riadi (16) sempat menyampaikan keinginan mengajak istrinya, Rohaya (71), bepergian ke daerah lain. Namun keinginan Selamet itu terkendala masalah biaya.

“Nanti kalau ada rezeki, aku ajak lagi bunda jalan-jalan ke daerah lain untuk lihat pemandangan yang indah-indah,” kata Selamet di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).

Sebelumnya, Selamet menuturkan janjinya kepada Rohaya untuk melihat Monas sudah terpenuhi. Dia pun merasa berbahagia.

“Alhamdulillah sudah aku bawa bunda (Rohaya) ke Monas. Berarti janji aku ke bunda sudah habis,” ujar Selamet.

Selamet dan Rohaya didampingi Suswoyo (ketua RT) dan Widyawati (istri kepala dusun) mengelilingi pelataran Monas. Ini memang pertama kalinya Selamet ke Jakarta.

“Aku baru pertama ke Jakarta, tapi sudah sampai ke sini sama bunda,” ujar Selamet.

Setelah berkeliling, mereka pun berfoto di pintu utama. Setelah itu, banyak pengunjung Monas yang mengenali mereka dan mengajak berfoto bersama.

Kunjungi Situs Kami : MainDuluPoker.com / RokokPoker.com RokokQQ.com GucciQQ.com /GucciPoker.com 

Ingin Ambil Emas Puncak Monas, Selamet: Aku Kasih ke Bunda

Ingin Ambil Emas Puncak Monas, Selamet: Aku Kasih ke Bunda

Selamet dan Rohaya ditemani Ketua RT dan istri kepala dusun di Monas

Jakarta – Selamet bahagia telah menuntaskan janjinya kepada Rohaya untuk mengajak ke Monas. Sampai-sampai, Selamet pun ingin mengambilkan emas puncak Monas untuk istrinya itu.

“Itu kan emas. Kalau pendek, pasti aku ambil kasih ke bunda, tapi kan itu nggak bisa karena tinggi,” ucap Selamet kepada MainDuluPoker.com di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).

Baca Juga : Ajak Rohaya Ke Monas, Selamet: Janji Aku Bunda Sudah Tuntas 

Lalu Selamet pun menyebut bila nantinya emas itu bisa diambilnya, malah dia ditangkap polisi. “Kalau diambil pun nanti ditangkap polisi,” kata Selamet.

Selamet dan Rohaya ditemani Suswoyo (Ketua RT) dan Widyawati (istri kepala dusun). Mereka pun berkeliling di pelataran Monas.

Tak lupa, Selamet dan Rohaya berpose berdua dengan latar belakang Monas. Setelah asyik berfoto-foto, para pengunjung Monas tampak mengenali mereka.

Ajakan untuk berfoto pun berdatangan dari para pengunjung Monas. Salah satunya dari Tiara yang mengaku berasal dari Kediri, Jawa Timur.

“Ini mas Selamet dan bu Rohaya itu kan? Yang lagi heboh dan tadi dari Hitam Putih,” tanya Tiara sembari mengajaknya berfoto.

Ajak Rohaya ke Monas, Selamet: Janji Aku ke Bunda Sudah Tuntas

Ingin Ambil Emas Puncak Monas, Selamet: Aku Kasih ke Bunda

Jakarta – Selamet Riadi mengajak istrinya, Rohaya, ke Monumen Nasional (Monas) malam ini. Selamet pun menuturkan bila janjinya kepada Rohaya tuntas sudah.

“Alhamdulillah sudah aku bawa bunda (Rohaya) ke Monas. Berarti janji aku ke bunda sudah habis,” ujar Selamet saat menikmati suasana malam di Monas, Rabu (12/7/2017).

Selamet dan Rohaya didampingi Suswoyo (Ketua RT) dan Widyawati (istri kepala dusun) mengelilingi pelataran Monas. Ini memang kali pertama, Selamet ke Jakarta.

“Aku baru pertama ke Jakarta, tapi sudah sampai ke sini sama bunda,” ujar Selamet.

Usai berkeliling, mereka pun berfoto di pintu utama. Setelah itu, banyak pengunjung Monas yang mengenali mereka dan mengajak berfoto bersama.

“Ini mas Selamet dan bu Rohaya itu kan? Yang lagi heboh dan tadi dari Hitam Putih,” tanya Tiara sembari mengajaknya berfoto.

Tiara mengenali keduanya setelah membaca berita dan menyebut jika keduanya akan berkunjung ke Monas untuk bulan madu. Bersyukur dia dapat bertemu secara langsung dan foto bersama.

“Iya saya baca berita kemarin kalau mereka mau ke Monas, tapi nggak tau kapan kan. Eh, malah ketemu sekarang dan rasa nggak percaya juga tadi,” sambung wanita asal Kediri ini.

Densus 88 Geledah Rumah Abu Umar di Cianjur

Densus 88 Geledah Rumah Abu Umar di Cianjur

Penggeledahan terduga teroris AAB alias Abu Umar yang ditangkap di Sukabumi, Rabu 12-7-2017

Cianjur – Tim Densus 88 Antiteror menggeledah kediaman AAB alias Abu Umar, terduga teroris yang ditangkap di Sukabumi. Polisi menemukan sejumlah barang bukti dari kontrakan pelaku di Kampung Puncak Suji, Cilaku, Cianjur.

“Informasi yang kita dapatkan dari Densus, dari tempat itu ditemukan buku-buku tentang jihad, dua buah bendera ormas garis keras. Ada USB namun belum diketahui isinya, juga ada surat keterangan pelepasan tahanan dari Kabupaten Karawang karena pelaku ini pernah ditahan di sana,” kata Wakapolres Cianjur Kompol Santiadjie Kartasasmita saat dihubungi MainDuluPoker.com, Rabu (12/7/2017).

Ada dua pelaku yang ditangkap Densus 88 di Cianjur. Terduga teroris pertama yang ditangkap berinisial HSS pada 10 Juli di Kecamatan Cipanas. Kedua, tim Densus menangkap AAB saat berada di rumah mertuanya di Kecamatan Caringin, Sukabumi.

 

Densus 88 Geledah Rumah Abu Umar di Cianjur..

Penggeledahan terduga teroris AAB alias Abu Umar yang ditangkap di Sukabumi, Rabu (12/7/2017)

“Mereka berasal dari jaringan yang sama, yaitu Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Keduanya terlibat dalam perencanaan, pelatihan, hingga perampokan untuk mencari dana atau membiayai kegiatan mereka,” ujar Adjie.

Menurut Adjie, Densus sebelumnya mendeteksi adanya ancaman teror di jaringan JAD Cianjur-Sukabumi. Hal ini berdasarkan pengembangan penyidikan dari penangkapan pada 21 Juni dengan terduga pelaku teror berinisial AS dan RK.

“Jadi sudah terdeteksi dini oleh Densus terkait rencana aksi mereka ini, mereka sudah mapping untuk melancarkan aksi ke Polsek Cisaat Resor Sukabumi Kota dan Polsek Cianjur Kota. Aksi mereka ini keburu berhasil dicegah,” ujar Adjie.

Penjelasan Kapolda Metro soal Foto Semeja dengan Pembacok Hermansyah

Penjelasan Kapolda Metro soal Foto Semeja dengan Pembacok Hermansyah

Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan angkat bicara mengenai foto dirinya dengan dua tersangka pembacok ahli IT Hermansyah, yang dibumbui tuduhan miring. Apa penjelasan Iriawan?

“Urusan foto itu sangat biasa di cara kerja Polri,” kata Iriawan, mengawali penjelasannya, Rabu (12/7/2017).

Jenderal bintang dua itu menyatakan hal yang harus dilawan adalah perilaku kejahatan itu sendiri. Sedangkan untuk pelaku, apalagi pelaku yang kooperatif, polisi juga dituntut tetap humanistis.

“Polri punya prinsip fight the crimes not the person. Yang kita perangi kejahatannya, bukan orangnya. Jadi bersikap humanis kepada tersangka juga harus dilakukan, apalagi tersangka yang kooperatif dan mengaku bersalah,” kata Iriawan.

Penjelasan Kapolda Metro soal Foto Semeja dengan Pembacok Hermansyah..
“Taktik psikologis pendekatan kepada tersangka agar mereka bercerita jujur dan apa adanya, bukan mengaku karena tekanan. Zaman gini era keterbukaan kok masih banyak orang yang nggak ngerti cara kerja polisi ya,” ucap Iriawan.

Mantan Kapolda Jabar ini membandingkan perlakuan terhadap pelaku tindak pidana umum, seperti penganiayaan, dengan kasus korupsi, yang mengenal istilah justice collaborator.

“Koruptor saja ada perlakukan khusus untuk justice collaborator, mendapat hukuman ringan. Apalagi cuma kasih kue putri salju dapat kompensasi dia cerita jujur,” kata Iriawan.